Andai

Andai badai tak pernah ada
Andai malapetaka tak berbahaya
Andai kehilangan tanpa kesedihan
Andai kesendirian tak perlu kehampaan
Andai jarak tak berbuah rindu

Andai kita tak perlu mereka
Andai dunia hanya sebatas aku dan kamu
Andai batas tak pernah ada
Andai dirimu sejalan denganku
Andai aku milikmu selalu
Dan andai, kita dapat bersatu

Iklan

Kangen Aja

Pengen nulis, tapi bingung mau nulis apa. Kalo nulis tentang dia lagi ntar bosen, bosen nginget terus kalo masih sayang. Bosen ngarep, bosen banget.

Atau mau bahas UN ONLINE di SMA gue? Wkwk ini rada tekanan batin tapi yaudah lah. Sekali-kali kan jadi objek percobaan pemerintah (emang iya ya yang pertama?). Atau mau bahas sbmptn dan snmptn? Wkwk klasik banget bahasan anak kelas 3. Ya untuk semua siswa dan siswi di seluruh Indonesia semoga diberi yang terbaik buat kedepannya. Buat calon penerus politik, toling bawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Berantas orang-orang yang merugikan Indonesia. Duh bahasannya malah jadi kesini-sini.

Atau mau bahas Aulion alias Aulia Rizsa Wirizqi aja? Bener kan ya namanya? Wkwk maklum smalem gue habis begadang nontonin video buatan dia. Dan gue naksir berat sama dia yawloh. Udah cakep manis gitu, kocak dan keliatannya ramah, ya intinya suami-able banget. Gue juga berkhayal “Gile indah amat yang jadi cewe dia.” Salut banget gue sama karya dia yang buatnya pake hati banget. Bayangin aja dia buat begituan aja niat pake banget apalagi kalo dia buat rumah tangga untuk kita berdua kak Aulionn?!?!!

Sudahlah gue udah mulai lebay gini. Terakhir, salam sukses untuk UN, SBMPTN DAN SNMPTN 2014!!

Kamu

Bagaimana bisa aku melupakanmu
Sosok yang selalu ada dalam segala cerita
Baik suka maupun duka
Selalu siap untuk menghiburku
Selalu siap untuk menjagaku
Selalu jujur dalam setiap tutur katamu

Aku ingat
Saat kita lalui waktu bersama, dahulu
Memang ada wanita lain diantara kita
Aku yang selalu memendam seakan berharap engkau dapat mengerti
Berharap kau bagaikan peramal yang tau segala hal
Sekarang aku sadar,
Kita hanya manusia biasa
Yang memang jika ingin tetap terjaga
Harus saling terbuka

Tapi sadarku itu sekarang, sedangkan kita itu dahulu
Kamu itu lampau
Masa akan cerita kita sudah terlewat

(Zulfa Husna, 11 Des 2014)

Berlalu

Dirimu abadi
Pesonamu selalu
Jiwamu jauh
Cintamu hangus
Diriku berlalu
Pesonaku tumbuh
Jiwaku sehat
Cintaku pudar

Kenangan kita entah
Cinta kita hilang
Mimpi kita kosong
Kebersamaan kita musnah

Dirimu menang
Diriku kalah
Dirimu dan diriku
Berlalu

(Zulfa HA, Nov ’14)

HITAM

Hitam seketika datang menghampiri dan berkata padaku “hai aku kembali, apa kau mengharapkanku?” Tidak, aku sangat tidak berharap engkau kembali padaku. Pergilah saja urusi hidupmu dan jangan usik hidupku lagi. Hidupku akan indah tanpanmu, aku berterimakasih kau bersedia menjengukku jika aku terlelap dengan buaian. Hitam itu dia, dia yang hidupnya tak aku usik namun dia selalu menyapaku “aku tak rela kau bahagia.’ Apa urusanmu pada hidupku? Hidupmu saja entah seperti apa. Apa kau bahagia, hitam? Apa kau hanya ingin menjerumuskanku agar sepertimu? Hitam, bagai tak ada harapan untuk putih. Dan teruntukmu hitam, ‘Aku akan selalu mencoba hidup dan bahagia, bukan hanya sekedar bertahan hidup.’ Amiin

Seberapa Pantas

Ingatkah engkau dengan mawarmu?

Seenaknya berlalu dan menghilang

Merasa hebat kah dirimu

Hah, iya kau memang yang pertama

Terindah dan terdalam

Rasaku ini terlanjur membatu

Namun kau acuh

Waktu?

Seberapa pantas aku mengharapkannya

Hanya menunggu terpaku dan berlalu

Maret’ 14 (Zulfa Husna)