September Rain

Pedih jika melihat perjuangan saya. Apakah sia2? Apakah memang sudah dijalan yg benar? Entahlah

Mungkin hanya berasaskan belas kasihan. Miris

Hati yang terbelahbelah,tercuci air laut. Pedih

Sakit ini biarlah hati ini yg rasa. Semakin kuat dia nantinya,percayalah.

Aku hanya ingin sedikit perhatianmu, hanya perhatian. Tanpa cinta tak apa jika memang itu jalannya

Tuhan. Jika memang benar ia,dekatkanlah. Jika memang bukan,jauhkanlah. Aku tak ingin air mataku berlalu jatuh sia2

Naif jika aku berkata aku tak mencintaimu. Namun naif pula jika aku kuat memperjuangkanmu. Lelah jika slalu aku yg berjuang, tanpa engkau yg mungkin memang tak ingin memperjuangkan “kita”

Aku ragu padamu. Namun engkau slalu berkata percayalah. Hanya kata,aku butuh lebih dri sekedar kata2. Pembuktian. Sudahkah engkau melakukannya?

Dulu tak semanis sekarang. Aku rindu dirimu yg dulu sayang

Aku slalu ikhlas. Jika memang ia tak lagi mengingikanku,tak apa. Aku akan slalu berdoa engkau mendapatkan pengganti yg lebih baik. Walaupun mungkin stelah engkau memilih yang lain,air mataku tetap berlalu jatuh dengan sia2. Menangisi “kita” yang dulu. Yang pernah terikat suatu hubungan,saling mencintai,menyayangi.

Mungkin kita ditakdirkan hanya untuk sementara, hanya mengisi kekosongan hati mu. Cinta yg datang padamu mungkin karena sepimu. Tapi aku bukan karena sepiku,aku mencintaimu tulus karena memang engkau yang aku sayangi.

Pernahkan engkau berfikir aku terluka karena sikapmu? Mungkin bagimu sikap itu hanya suatu hal kecil,sepele. Tapi bagiku itu mempengaruhi batinku,jiwaku,mentalku,fikiranku. Aku resah tanpamu,tapi aku rasa memang hanya aku yg berjuang. Sudahlah

Aku merasa perbedaan dirimu yg dulu dan sekarang. Sangat terasa. Perbedaan yg membuatku kadang merasa sia2 mempertahankan “kita”

Aku semakin tersakiti oleh sikapmu,dari waktu ke waktu. Sempat aku berfikir menyerah memperjuangkan “kita”. Namun aku sangat tak siap kehilanganmu. Aku membutuhkanmu,walaupun hanya kata2 biasa dari ketikanmu. Tak apa,aku rela. Aku bahagia dengan itu Aku hanya berharap engkau memang benar untukku. Berharap perjuanganku tidak sia2. Berharap engkau berubah sedikitt saja lebih peka terhadapku,aku tak ingin mengubahmu,aku tidak ingin mencampuri kehidupan pribadimu,aku tak ingin pula engkau menjadi orang lain,itu hakmu akan dirimu. Aku tak ingin engkau merasa terusik dengan kehadiranku,dengan diriku yang menuntutmu lebih. Aku hanya ingin engkau merasa nyaman. Tetaplah menjadi pribadi yang engkau mau,tetaplah sperti dirimu yang kau cintai. Aku tertarik padamu dulu juga karena pribadimu yang itu,yang apa adanya. Pertahankan pribadi yang kau cintai sayang

Aku juga tak ingin aku egois akan “kita”. Aku sangat sadar aku belum menjadi yang terbaik untukmu. Aku sangat sadar akan hal itu. Mungkin ini smua memang salahku. Salahku yang jatuh terlalu dalam pada cintamu. Yang menjadi sangat sensitif,aku memang bodoh

Aku memang bukan orang yg mengerti akan apa yang kau rasakan. Apa yang menjadi bebanmu,apa yg menjadi masalahmu. Maafkan aku yang terlalu egois menuntutmu. Aku sangat mencintaimu. Terserah engkau menganggap aku benar2 memberikan cintaku untukmu atau tidak. Namun menurutku iya,aku sangat mencintaimu sayangku

Terakhir,maafkan aku sayangku. Aku tidak sempurna untukmu. Aku banyak salah terhadapmu. Maafkan aku :””)

Iklan

2 thoughts on “September Rain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s