Secercah Penyesalan

Seorang lelaki berjiwa lembut, selembut kapas, seputih salju. Ia merutuki kesalahannya. Penyesalan melepaskan seorang yang sangat ia kasihi. Alasan? Ingin sang wanita bisa lebih bahagia dengan lelaki lain.

Sang wanita menerima keputusan mantan lelakinya, ia menganggap memang ia sudah tidak dibutuhkan. Ia sudah tidak diinginkan. Baiklah sang wanita juga tidak akan mengusik mantan kekasihnya itu lagi.

Mereka sama-sama bodoh, tidak ada yang berusaha mempertahankan cinta mereka. Mengapa mereka tidak saling memperbaiki kesalahan dan bersabar dengan sifat pasangan masing-masing? Tidak ada yang sempurna si dunia ini. Semua mempunyai kelemahan, dan itu pasti. Dan yang terakhir muncul terlambat adalah penyesalan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s