Tau Rasanya?

Hai engkau. Hai kalian. Hai semua..

Masih ingatkah kalian dengan aku? Sosok yang pernah kalian sakiti. Sudah terlalu lama memang utuk mengingat semua yang telah kalian lakukan. 3 tahun yang lalu, aku merasakan rasa itu. Rasa yang mungkin kalian tak ingin merasakannya. Rasa sakit hati, tertindas, terkucilkan, dan rasa ingin mati saja. Aku pupus hidup. Serba salah rasanya jika menjadi aku. Pertama, aku harus masuk kedalam hal baru yang sama sekali aku belum pernah merasakan dan membayangkannya. Dan yang terjadi adalah sebuah perasaan aneh, tidak nyaman. Lalu, aku kehilangan 2 orang berharga dalam hidupku. Sahabat dan orang terkasihku. Jangan tanya bagaimana rasanya, terlalu sakit untuk membayangkannya kembali. Pada saat itu aku masih bisa bertahan, lalu cobaan muncul satu persatu. Kadang, aku berfikir ‘Apakah ini memang yang terbaik menurut Tuhan?’. Mungin iya. Setelah itu,aku merasakan bagaimana rasanya tidak ingin hidup didunia ini, sempat aku merasa bahwa memang aku akan mati meninggalkan dunia ini, hampir sekitar 3 hari aku merasakan akan kembali kepada-Nya. Namun entah mengapa perlahan rasa itu menghilang. Mungkin Tuhan masih ingin melihat seberapa kuat aku hidup menghadapi cobaannya. Kalian, ya kalian yang menganggapku sebelah mata. Hey kalian, jangan melihat orang hanya dari apa yang terlihat. Kalian tidak mengerti bagaimana sebenarnya aku, bagaimana jalan hidupku, bagaimana kenyataan yang harus aku hadapi, dan kalian juga tidak mengerti rasanya seperti aku. Aku hanya merasa kalian melihat sesuatu dari luarnya, lalu menghakimi sendiri bagaimana dia. Apakah itu namanya egoisme? Tolonglah, hilangkan sifat kalian yang merugikan kalian sendiri itu. Mungkin memang bukan dahulu saat 3 tahun lalu kalian merasakan bahwa apa yang kalian lakukan itu salah dan merugikan. Namun mungkin sekarang kalian menyadarinya, aku juga sudah tidak mengerti bagaimana kehidupan kalian saat ini. Apakah sukses atau tidak, dan aku juga sama sekali tidak ingin mencari tau. Aku tidak ingin menguak dan kembali membuka luka yang memang selama ini aku telah berusaha menutup dan melupakannya. Marah? Tidak, aku telah memaafkan kalian semua. Walaupun memang sedikit rasa dendam masih membekas dihati ini. Oh iya, apakah kalian tau apa lagi yang aku rasakan? Rasanya aku tidak ingin bertemu kalian, kata-kata yang kalian katakan terkadang tak mengenal tempat dan waktu. Seenaknya saja kalian menyindir aku. Aku tidak sekuat yang kalian lihat, aku terluka. Batin inni tersayat, namun yasudah mau bagaimana lagi. Toh itu juga hanya kehidupan sementara, setelah itu aku pasti akan kembali memasuki kehidupan baru tanpa kehadiran kalian. Dan terimakasih untuk kalian yang telah memberi pelajaran untukku..

Dan sekarang, 3 tahun setelah kejadian tersebut berlalu aku telah bahagia dan bangkit bersama orang yang memang memahamiku dan tidak seperti kalian. Salam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s