HITAM

Hitam seketika datang menghampiri dan berkata padaku “hai aku kembali, apa kau mengharapkanku?” Tidak, aku sangat tidak berharap engkau kembali padaku. Pergilah saja urusi hidupmu dan jangan usik hidupku lagi. Hidupku akan indah tanpanmu, aku berterimakasih kau bersedia menjengukku jika aku terlelap dengan buaian. Hitam itu dia, dia yang hidupnya tak aku usik namun dia selalu menyapaku “aku tak rela kau bahagia.’ Apa urusanmu pada hidupku? Hidupmu saja entah seperti apa. Apa kau bahagia, hitam? Apa kau hanya ingin menjerumuskanku agar sepertimu? Hitam, bagai tak ada harapan untuk putih. Dan teruntukmu hitam, ‘Aku akan selalu mencoba hidup dan bahagia, bukan hanya sekedar bertahan hidup.’ Amiin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s