Berlalu

Dirimu abadi
Pesonamu selalu
Jiwamu jauh
Cintamu hangus
Diriku berlalu
Pesonaku tumbuh
Jiwaku sehat
Cintaku pudar

Kenangan kita entah
Cinta kita hilang
Mimpi kita kosong
Kebersamaan kita musnah

Dirimu menang
Diriku kalah
Dirimu dan diriku
Berlalu

(Zulfa HA, Nov ’14)